Berdasarkan Ilmu Falak Pandemi Covid-19 Diprediksi Akan Berakhir Pada Bulan Juni-Juli, Berikut Penjelasannya !

Sumber: Google (Gambar Bintang Tsurayya)
Writer: M. Khoeruddin Bukhori ( Demisioner Wakil Ketua 2 IMADE Walisongo 2018/2019)


Saat ini semua masyarakat di Indonesia bahkan di dunia sedang ramai membicarakan tentang wabah virus Corona (Covid 19). Perbincangan tersebut membahas mulai dari asal usul, penyebaran sampai tindakan pencegahan yang dapat dilakukan. Bahkan yang membincangkan pandemi ini tak hanya dari kalangan masyarakat umum saja namun hingga para ahli kesehatan, bahkan para cendekiawan lainnya. Mereka mulai memberikan statement mengenai Covid-19 menurut disiplin keilmuannya masing-masing.

Salah satu cendekiawan yang menggungkapkan tentang pandemi Covid-19 yakni M. Rifa Jamaluddin Nasir, SH.i, MS.i, Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Salatiga, beliau yang juga Direktur Pusat Studi Ilmu Falak Indonesia (PUSIFA). M. Rifa  menjelaskan bahwa jika ditinjau dari khazanah keilmuan ilmu falak kuno, adanya pandemi Covid-19 pada tahun ini, sudah diprediksi sejak awal. Seperti dalam kitab Abu Masyar, dituliskan bahwa “Jika awal bulan tahun baru Hijriyyah (Muharram) terjadi pada hari Ahad, maka diprediksi akan terjadi wabah pada tahun tersebut”. Prediksi ini juga dikuatkan dengan khazanah keilmuan klasik ilmu perbintangan lainnya, “Wabah yang muncul pada bulan Rabi’ul Awal akan menyusahkan para pemimpin”. 

M. Rifa Jamaluddin juga menjelaskan bahwa kejadian tersebut ternyata telah terjadi dan semuanya sesuai dengan prediksi. Jika prediksi ini berlanjut sesuai dengan ilmu falak, maka hilangnya wabah juga dapat dihitung dengan ilmu falak. “Jika merujuk hasil hitungan ilmu falak maka wabah ini diprediksi akan hilang antara awal bulan Juni dan Juli atau sekitar pertengahan bulan Juni 2020. Waktunya pas Shubuh di buruj Sarathan yang mana berbarengan dengan munculnya bintang penanda musim panas, atau dengan sebutan lain Bintang Tsurayya atau Bintang Kartika atau sebagai Bintang Tujuh Bersaudari, dimana gugusan bintang-bintang yang paling kaya dengan kandungan logam.

Beliau juga menjelaskan tentang Hadits Nabi SAW mengenai pertanda tersebut dalam sabda-sabdanya : 

اِذَارْتَفَعَ النَّجْمَ رَفِعَةِ الْعَاهَةَ عَنْ اَهْلِ كُلِّ بَلَدٌ
“Jika Bintang ( Najm) naik, maka diangkatlah penyakit/virus dari penduduk seluruh negeri” (H.R At-Thabrani).

Bintang yang dimaksud diatas menurut para mufassir dan Ulama’ adalah Bintang Tsurayya. Walaupun demikian, M. Rifa Jamaluddin tidak ingin cepat-cepat menyimpulkan. Sebab prediksi tersebut bisa benar dan juga bisa salah, karena sesuatu yang bersifat mungkin (possible). Wajib atau mustahil dalam artian kebenarannya bersifat relative. Sedangkan kebenaran mutlak ada pada-Nya. M. Rifa berpesan teta saja untuk saat yang terpenting adalah bagaimana kita mencegah penyebaran virus tersebut. “Tentunya kita sebagai masyarakat harus ikut serta membantu dan mematuhi aturan yang dibuat pemerintah agar Pandemi Covid-19 ni segera berakhir”. 

Sebagai Informasi, Ilmu Falak adalah ilmu yang mempelajari lintasan benda-benda langit khususnya bumi, bulan dan matahari pada orbitnya masing-masing dengan tujuan untuk mengetahui posisi benda langit antara satu dengan lainnya. Dengan tujuan agar dapat diketahui waktu-waktu di permukaan bumi. Sedangkam yang dimaksud dengan Bintang Tsurayya adalah kumpulan bintang-bintang ini terdapat di rasi bintang Taurus yang sangat indah. Bahkan keindahan bintang-bintang tersebut membuat semua orang di bumi yang melihatnya terkesima dan takjub. Bintang Tsurayya jaraknya mencapai 400 tahun cahaya. Bintang Pleiades ini merupakan bintang-bintang “muda” yang sedang ada pada puncak gemerlapnya. Cahayanya sangat cerah, tak beda halnya dengan matahari.


Referensi: http://www.harian7.com/2020/04/prediksi-berdasarkan-ilmu-falak-wabah.html.

Komentar

Postingan Populer